Investasi Yang Cocok Untuk Mahasiswa

Investasi Yang Cocok Untuk Mahasiswa

Apa investasi yang cocok untuk mahasiswa? Sukses tidak harus menunggu sampai tua, meskipun kamu masih mahasiswa juga berhak untuk mulai belajar bagaimana berinvestasi. Semakin cepat Anda belajar berinvestasi, semakin tinggi potensi kamu untuk sukses di usia yang muda.

Kamu harus cermat dalam memilih jenis investasi yang murah dan sesuai dengan modal dan risikonya. Apalagi jika kamu masih mahasiswa, belajar tentu lebih di penting dibandingkan investasi.

Ada berbagai pilihan jenis investasi  yang cocok untuk mahasiswa, ada investasi emas, reksadana, saham hingga properti. Namun, karena mahasiswa umumnya tidak memiliki penghasilan sendiri, sebaiknya memilih investasi dengan cara yang aman dengan risiko rendah.

Mengapa harus mulai belajar berinvestasi saat masih mahasiswa? Karena kamu bisa mendapatkan pengalaman hanya melalui latihan. Termasuk untuk pengalaman dalam pengelolaan keuangan, termasuk berinvestasi di bidang tertentu.

Apa itu Investasi

Investasi merupakan menempatkan sejumlah uang dalam suatu aset dengan tujuan menghasilkan keuntungan di masa depan. Aset investasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu aset riil dan aset finansial.

Aset riil adalah jenis investasi yang berbentuk fisik seperti emas, tanah, dan real estat. Sementara aset finansial biasanya bersifat non fisik, seperti reksadana, saham, dan obligasi.

Sebagian besar mahasiswa terkadang tidak memahami aset mana yang harus dipilih untuk investasi. Apalagi jika anggaran atau modal yang tersedia sangat terbatas. Namun keterbatasan modal dan kemampuan tidak menjadi halangan bagi seorang mahasiswa untuk mulai berinvestasi.

Jenis Investasi Yang Cocok Untuk Mahasiswa

1. Investasi Emas

Emas merupakan salah satu investasi yang banyak dipilih karena tingkat risikonya yang minim. Apalagi sekarang ini banyak sekali tersedia tabungan emas, baik offline maupun online, seperti tabungan emas di pegadaian, tokopedia, dll.

Lanjut Baca  Cara Investasi Cryptocurrency

Harganya yang terus naik, emas menjadi pilihan investasi yang cocok untuk mahasiswa bahkan untuk pemula sekalipun. Menipisnya sumber daya alam pada pertambangan emas dinilai menjadi salah satu faktor pendukung harga emas yang terus naik.

Hingga 1 Januari tahun lalu, harga emas masih berada di Rp 638.000 per gram. Sedangkan harga emas hari ini mencapai Rp 956.000 per gram. Jika kamu membeli emas 10 gram pada tanggal 1 Januari tersebut, hari ini kamu telah mendapatkan Rp 3 juta keuntungan dari selisih harga emas. Ini membukti bahwa investasi emas cukup menarik untuk dijadikan sebagai sarana investasi untuk mahasiswa.

Keunggulan Investasi Emas

  • Harga emas stabil dan cenderung naik dari tahun ke tahun.
  • Emas dapat dengan mudah dicairkan kapan dan di mana saja.
  • Emas dapat dibeli dengan mudah bisa secara online maupun offline.
  • Cocok digunakan untuk melindungi nilai uang dari inflasi.
  • Emas ada dalam bentuk fisik dan non fisik.
  • Tingkat risiko relatif rendah.

2. Investasi Reksadana

Investasi yang membutuhkan modal kecil dan minim resiko yang cocok untuk mahasiswa selanjutnya yaitu reksadana. Investasi reksadana ini cukup mudah dibandingkan saham karena tidak butuh ilmu tentang analisis pasar modal yang cukup jelimet.

Untuk memulai investasi reksadana kamu perlu memilih perusahaan sekuritas terbaik yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada reksadana, uang yang kamu investasi akan dikelola sama manajer investasi sehingga tidak perlu banyak waktu dan keahlian dalam menghitung resiko.

Ada 4 jenis reksadana yang bisa Anda pilih sebagai investasi yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar saham, dan reksadana campuran

Keunggulan Investasi di Reksadana Bagi Mahasiswa:

  • Bisa dimulai investasi dengan modal kecil, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
  • Minim risiko dan aman karena dikelola secara profesional dan transparan oleh Manajer Investasi.
  • Mudah dan praktis dipahami bahkan oleh pemula dan mahasiswa.
  • Bisa untuk investasi jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Banyak pilihan jenis investasi reksadana.
Lanjut Baca  Aplikasi Reksadana Terbaik 2022

3. Investasi P2P (Peer to Peer Lending)

Investasi selanjutnya yang cocok untuk mahasiswa adalah P2P lending. Perkembangan P2P Lending di Indonesia sangat menggembirakan. Saat ini sudah lebih dari 150 perusahaan P2P lending di bidang fintech yang terdaftar dan memiliki izin dari OJK.

P2P lending adalah metode yang menghubungkan langsung pemberi pinjaman dengan yang menerima pinjaman. Ini merupakan teknologi fintech tanpa melibatkan pihak ketika seperti Bank.

Keunggulan investasi pada P2P lending ini dilihat dalam hal jumlah modal yang diinvestasikan dalam rasio yang dihasilkan kecil.

Keuntungan Berinvestasi Melalui P2P Lending:

  • Modal awal yang fleksibel dapat dimulai dengan modal sedikit.
  • Mudah digunakan bahkan untuk pemula.
  • Suku bunga atau imbal hasil cukup tinggi.
  • Pilihan jangka waktu yang fleksibel dari satu bulan hingga satu tahun.
  • Diawasi oleh Kantor Jasa Keuangan (OJK).

4. Deposito Syariah dan Konvensional

Deposito merupakan salah satu investasi  yang bisa dipertimbangkan untuk mahasiswa, ada yang syariah maupun konvensional. Deposito berjangka yaitu tabungan berjangka yang disediakan oleh pihak Bank dengan persyaratan yang telah disepakati sebelumnya. Jangka waktu deposito memiliki berbagai pilihan ada investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang diantaranya dengan tenggat wakt  1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan hingga 24 bulan.

Di bandingkan tabungan biasa, deposito berjangka menjadi pilihan terbaik karena memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi. Pelajari dulu informasi tentang suku bunga deposito di bank-bank terkemuka karena bunganya tidak selalu sama.

Lanjut Baca  Investasi Jangka Pendek Buat Pemula

Investasi melalui deposito syariah dan konvensional lebih cocok bagi mahasiswa yang ingin menabung dan meminimalkan kerugian karena lebih aman. Keunggulan lainya yaitu:

  • Keuntungan dari Investasi Deposito yaitu:
  • Rendah resiko karena ada jaminan dari LPSK
  • Tingkat bunga lebih tinggi dari bunga tabungan.
  • Bisa memilih jangka waktu yang fleksibel dapat disesuaikan dengan kebutuhan
  • Bisa digunakan sebagai jaminan kredit.

5. Investasi Obligasi

Investasi obligasi memiliki  keamanan dan memberikan pengembalian bunga yang lebih tinggi daripada bunga deposito sehingga ini cocok untuk Mahasiswa. Obligasi merupakan obligasi berjangka yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan dengan perjanjian untuk membayar pokok ditambah bunga.

Tujuan penerbitan obligasi oleh negara dan perusahaan adalah untuk menarik dana dari masyarakat yang digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah dan perusahaan.

Hal yang perlu kamu perhatikan dalam berinvestasi di obligasi, pelajari dulu syarat-syaratnya, termasuk tanggal jatuh temponya. Karena obligasi memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun, bahkan hingga 10 tahun. Jadi ini obligasi bisa menjadi untuk investasi jangka panjang

Agar lebih aman sebaiknya kamu investasi pada obligasi pemerintah atau obligasi pemerintah ritel (ORI) 2020.

Investasi ritel di obligasi pemerintah sangat cocok untuk dipilih mahasiswa sebagai sarana investasi dengan keuntungan yang nyata. Selain karena ORI lebih tinggi dari bunga deposito, ORI juga memiliki banyak keunggulan, di antaranya:

  • Kupon yang ditawarkan lebih tinggi dari rata-rata suku bunga bank BUMN.
  • Kupon dan pokok dijamin oleh undang-undang.
  • Kupon suku bunga tetap hingga jatuh tempo.
  • Anda dapat berdagang di pasar sekunder (antara investor domestik).
  • Tersedianya penawaran harga beli (bid price) dari mitra distribusi atau pihak lain yang bekerja sama dengan mitra distribusi.